Penyakit Pada Bayi dan Anak-Anak (2) Di Musim Hujan
Menjaga kesehatan anak menjadi perhatian khusus para orangtua, terlebih saat pergantian musim yang umumnya disertai dengan berkembangnya berbagai penyakit. Saat pergantian musim terjadi, tubuh beradaptasi ekstra keras menghadapi perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan. Udara yang semula panas-kering, tiba-tiba menjadi dingin-lembap. Kondisi ini, menimbulkan ketidaknyamanan, juga membuat tubuh mudah terserang penyakit. Umumnya musim pancaroba diawali hujan yang tidak merata. Ini menyebabkan sebagian kawasan masih tetap berdebu dan berudara panas.Selanjutnya, debu dan kotoran yang masih tersisa di kawasan tersebut dengan mudah diterbangkan angin ke kawasan lain, dan menjadi vektor (pembawa) penyakit. Anak-anak, terutama usia bayi dan balita, termasuk yang rentan penyakit di musim pancaroba. Kalau dibiarkan, bukan tidak mungkin berkembang menjadi gangguan kesehatan yang merugikan. Musim hujan telah tiba. Sebaiknya waspada terutama bagi kesehatan anak anda. Bila musim hujan datang maka terjadilah perubahan suhu, kelembaban, dan pola hujan akan mempengaruhi pertumbuhan berbagai virus dan jamur. Hujan lebat akan memperbanyak populasi nyamuk. Banjir dapat mempengaruhi persediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Cadangan air bersih mungkin akan terkontaminasi dan system pembuangan sampah juga bisa rusak. Semua faktor diatas akan mempertinggi risiko menyebarnya berbagai penyakit infeksi yang sering mengintai anak balita yang system imunnya masih sangat rapuh. A. Demam Demam adalah salah satu gangguan kesehatan yang kerap diderita anak di musim pancaroba. Ini bisa jadi lantaran baru di musim pancaroba inilah anak-anak digempur serangan berbagai kuman (biasanya virus) secara besar-besaran. Demam bukan penyakit. Melainkan gejala bahwa tubuh tengah membangun pertahanan melawan infeksi. Lebih tepatnya, demam bisa merupakan gejala aneka penyakit. Mulai infeksi ringan sampai yang serius. B. Penyakit Saluran Pernafasan Salah satu penyakit anak di musim pancaroba yang didahului demam adalah penyakit pada sistem pernapasan. Demam yang merupakan gejala penyakit sistem pernafasan biasanya ringan sampai sedang (37,4 – 39,4 derajat Celsius). Tapi pada beberapa kasus influensa pada anak, demam bisa mencapai 39,9 derajat Celsius. Gejala awal penyakit saluran pernapasan bisa berupa batuk, yang kadang disertai sesak napas. Bisa juga berupa batuk yang disertai pilek, bersin-bersin dan peningkatan suhu tubuh. Bisa juga muncul gejala khusus, yaitu pernapasan yang tidak normal. Berdasarkan lokasi yang diserang, penyakit ini dibedakan menjadi dua: b1. Penyakit saluran pernapasan bagian atas . Umumnya gejala penyakit saluran napas bagian atas lebih ringan, misalnya batuk-pilek. Hanya saja pada kasus tertentu bisa muncul gejala yang serius, misalnya demam yang agak tinggi (pada radang tenggorok) dan toksemia atau keracunan (pada difteri). b2. Penyakit saluran pernapasan bagian bawah. Gangguan di bagian ini bisa memunculkan bronkopneumonia, yaitu radang paru-paru yang berasal dari cabang-cabang tenggorokan yang mengalami infeksi, dan bronkioetitis, yaitu infeksi serius pada cabang terakhir saluran napas yang berdekatan dengan jaringan paru-paru. C. Penyakit Saluran Pencernaan Di peralihan musim kemarau ke musim hujan, kasus penyakit ini menjadi tinggi lantaran banyaknya debu dan kotoran yang berpotensi menjadi vektor. Penyakit ini juga sangat erat kaitannya dengan pola konsumsi makanan. Sebab penyakit ini umumnya disebabkan kuman atau virus yang biasa mencemari makanan dan minuman, apakah itu makanan buatan rumah ataupun makanan jajanan dari luar rumah. Mengingat pola makan anak yang cenderung semaunya, kemungkinan terjadinya penyakit ini menjadi sangat besar. Penyakit saluran cerna biasanya didahului keluhan mencret, mual dan muntah. Gejala muntah dan mencret biasanya disertai demam, sakit kepala dan mulas-mulas. Tinja anak mungkin tampak berlendir dan bahkan berdarah (jika penyebabnya bukan infeksi, gejala muntah dan mencret jarang disertai mulas dan tinjanya pun tanpa lendir dan darah). Agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan, pertolongan pertama biasanya diprioritaskan untuk menghentikan muntah dan mencret. Dan setelah diberi penanganan, dalam 3 hari umumnya keluhan berkurang. Jika tidak, anak perlu mendapatkan penanganan yang lebih serius. D. Leptospirosis Demam yang diakibatkan oleh tikus ditularkan melalui air yang sudah terkontaminasi oleh urin tikus. Bakteri akan masuk ke dalam tubuh melalui pencernaan saat air tersebut terminum tidak sengaja atau melalui luka atau lepuhan yang ada di kulit. Gejalanya : Nyeri pada tubuh, demam, mata merah, sakit perut, dan kuning Infeksi ini bisa mengarah pada gagal ginjal dan komplikasi hati serta pembuluh darah jika tidak segera ditangani sedini mungkin. Masa inkubasi biasanya 10 hari. Pencegahan penyakit ini adalah menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah dengan benar. E. Diare Penyebab tersering diare dikaitkan dengan air yang terkontaminasi dan banjir akibat bakteri vibrio cholerae, E. Coli, berbagai virus dan protozoa seperti Amuba. Seorang dikatakan menderita diare bila frekuensi buang air besarnya lebih sering dari biasanya dan fecesnya lebih cair. Gejala yang muncul adalah : Mual, muntah, sakit perut, sakit kepala dan demam. Diare ringan biasanya berlangsung selama 3 – 6 hari, dan jika tidak juga reda, segera konsultasikan ke dokter. Untuk menghindari akibat buruk diare, biasakan diri cuci tangan. Dan selalu cuci tangan sebelum memasak, menyajikan makanan, dan makan. Ajarkan anak-anak untuk selalu mencuci tangan sebelum makan dan sesudah dari kamar mandi. G. Demam Berdarah Demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang sering disalah artikan dengan flu. Penyakit ini diawali dengan munculnya gejala sakit kepala dan nyeri otot atau sendi. Timbul ruam kemerahan pada kulit. Bagi anak yang lebih tua demam tinggi mendadak, sakit kepala yang cukup berat, rasa nyeri/sakit di mata, nyeri sendi dan otot serta ruam di kulit. Akhirnya gusi dan hidung mulai berdarah. Penyakit ini biasanya tidak menular dari satu orang ke orang lain. Bila masih ringan, mengatasinya dengan istirahat di tempat tidur, minum air banyak dan parasetamol. Sebaiknya segera bawa si kecil ke rumah sakit. Cara paling baik untuk mengusir nyamuk pembawa virus ini adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan. Pencegahan dan Pengobatan Menjaga asupan makanan anak. Nutrisi yang cukup, sesuai dengan usia, berat badan dan aktivitas anak anda akan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit Melengkapinya dengan multivitamin. Suplemen ini mengandung beragam vitamin esensial (yang tidak bisa dibuat sendiri oleh tubuh). Bila diberikan secara tepat – komposisi dan dosisnya disesuaikan dengan kebutuhan anak – multivitamin bisa membantu meningkatkan ketahanan tubuh sehingga tak mudah terserang penyakit pancaroba. Pastikan setiap makanan dan minuman yang masuk ke dalam mulut anak adalah yang terjamin kebersihannya. Artinya, selain harus lebih higienis dalam mengolah dan menyiapkan makanan di rumah, bujuklah anak untuk tidak jajan sembarangan.
Comments (0)
![]() |
It's Just Me
Well, It's Me ! another guy that makes living on the internet since 2005 as graphic designer, web designer, web developer and off course with affiliatiates, PTC, PTP and others online opportunity to make some living. Currently i focused on Joomla Custom Work, design some templates, or just converting other css and xhtml free template to joomla and make a little or big modification on existing joomla extensions to suite my clients needs.
Place Your Ads Here For Just $5 a Month ! Click Here For Purchasing Our AdSpot
Category
Latest Comments
Popular Freebies
- Gurita-Cikeas.pdf (218)
- wid_blueview.zip (51)
- Dellistore Joomla Template (50)
- wp_orangewid.zip (37)
Latest Freebies Download
- Gurita-Cikeas.pdf (2009.12.30)
- wp_orangewid.zip (2009.09.05)
- wid_blueview.zip (2009.09.04)
- Dellistore Joomla Template (2009.08.28)
Pdf
Print
Email 
Menjaga kesehatan anak menjadi perhatian khusus para orangtua, terlebih saat pergantian musim yang umumnya disertai dengan berkembangnya berbagai penyakit. Saat pergantian musim terjadi, tubuh beradaptasi ekstra keras menghadapi perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan. Udara yang semula panas-kering, tiba-tiba menjadi dingin-lembap. Kondisi ini, menimbulkan ketidaknyamanan, juga membuat tubuh mudah terserang penyakit. Umumnya musim pancaroba diawali hujan yang tidak merata. Ini menyebabkan sebagian kawasan masih tetap berdebu dan berudara panas.







